Rabu, 23 April 2014

REPRODUKSI HEWAN

http://fembrisma.files.wordpress.com/2011/12/alat-reproduksi-reptil.jpg?w=627


REPRODUKSI HEWAN
A. INVERTEBRATA
1.    Perkembangbiakan aseksual
Perkembangbiakan secara aseksual pada hewan invertebrata terjadi dengan cara:
  • Membelah diri (pembelahan biner),  yaitu pembelahan diri dari satu sel menjadi dua sel baru. Misalnya, terjadi pada Protozoa.
  • Fragmentasi, yaitu pemisahan sebagian sel dari suatu koloni dan selanjutnya membentuk koloni sel baru. Misalnya, terjadi pada Volvox.
  • Sporulasi atau pembentukan spora, misalnya Plasmodium (penyebab malaria) pada fase oosit. Oosit akan membelah dan selanjutnya akan menghasilkan sporozoit.
  • Pembentuhan tunas, misalnya pada hewan Hydra dan Porifera
  • Dengan regenerasi, yaitu sebagian tubuh terpisah dan selanjutnya bagian tadi dapat tumbuh menjadi individu baru yang lengkap. Misalnya pada Planaria dan Bintang Laut

2.    Perkembangbiakan seksual
Pada reproduksi seksual tidak selalu terjadi pembuahan, namun kadang-kadang dapat terbentuk individu baru tanpa adanya pembuahan, sehingga reproduksi secara kawin pada hewan invertebrata dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
  1. Tanpa pembuahan, yaitu pada peristiwa partenogenesis, sel telur tanpa dibuahi dapat tumbuh menjadi individu baru. Misalnya pada lebah jantan dan semut jantan.
  2. Dengan pembuahan, dapat dibedakan atas konjugasi dan anisogami.

    • Konjugasi, ini terjadi pada invertebrata yang belum jelas alat reproduksinya misalnya Paramecium.
    • Anisogami, yaitu peleburan dua asel kelamin yang tidak sama besarnya, misalnya peleburan mikrogamet dan makrogamet pada Plasmodium, dan peleburan sperma dengan ovum di dalam rahim.
    • peleburan sperma dengan ovum di dalam rahim.



Pembiakan seksual lainnya dapat kita temukan pada:
Hydra
Selain berkembang biak secara aseksual (bertunas) Hydra juga dapat berkembang biak secara seksual.
Cacing pita
Tubuh cacing pita terdiri atas segmen-segmen yang disebut proglotid. Pada setiap proglotid terdapat ovarium yang menghasilkan ovum dan testis yang menghasilkan sel sperma.
 Cacing tanah
Dalam tubuh cacing tanah terdapat beberapa segmen yang kulitnya menebal disebut klitelum. Dalam segmen tersebut terdapat testis yang membentuk spermatozoid, dan ovarium yang membentuk ovum. Walaupun ovum dan spermatozoid terdapat dalam satu tubuh, cacing tanah tidak pernah mengadakan pembuahan sendiri, tetapi melakukan perkawinan dengan mempertukarkan spermatozoid (perkawinan silang).
Serangga
Pada beberapa jenis serangga, misalnya lebah madu (Apis indica), terdapat koloni yang terdiri atas ratu yang fertil, pejantan fertil dan mati setelah kawin, dan  pekerja yang mandul (steril). Pada waktu kawin, sperma dari jantan disimpan dalam kantung sperma di induk betina. Sperma ini merupakan cadangan sperma selama ratu hidup. Bila telur yang telah matang dibuahi oleh sperma, telur tersebut akan berkembang menjadi calon ratu, calon pekerja atau prajurit, sedangkan yang tidak dibuahi (partenogenesis) akan berkembang menjadi pejantan. Lebah pekerja dan prajurit menjadi mandul (streril) karena pengaruh lingkungan, yaitu kurang makan.
- Sumber :  http://biologimediacentre.com/sistem-reproduksi-1-reproduksi-pada-hewan/#sthash.c5RO1BGu.dpuf




VERTEBRATA
1. Reproduksi pada Ikan
Pada umumnya ikan bertelur (ovipar) dan pembuahannya terjadi di luar tubuh induk betinanya. Alat kelamin jantan terdiri dari sepasang testis berwarna putih. Sperma dialirkan melalui saluran vas deferens yang bermuara di lubang urogenital. Lubang urogenital merupakan lubang yang dipakai untuk keluarnya urin dan sperma.
Gambar a. alat kelamin jantan pada ikan, b. alat kelamin betina pada ikan
Alat kelamin betina terdiri dari sepasang ovarium. Ovarium menghasilkan sel telur. Sel telur dikeluarkan melewati oviduk dan kemudian dialirkan ke lubang urogenital. Setelah ikan betina mengeluarkan sel telur di sembarang tempat atau di tempat tertentu,  maka akan diikuti oleh ikan jantan dengan mengeluarkan sperma.
2. Reproduksi pada Katak
Katak termasuk hewan amfibi yang hidup di darat dan air. Pembuahan katak terjadi secara eksternal yang dilakukan di air. Katak bersifat ovipar atau bertelur. Alat kelamin jantan terdiri dari sepasang testis yang berwarna putih kekuningan.
http://fembrisma.files.wordpress.com/2011/12/alat-reproduksi-katak.jpg?w=627
Gambar a. alat kelamin jantan katak, b. alat kelamin betina katak
Testis menghasilkan sperma. Sperma melewati vasdefferentia dan menuju kloaka. Kloaka merupakan tempat keluarnya sperma, saluran urin, dan sisa pembuangan makanan. Alat kelamin betina terdiri dari sepasang ovarium yang menghasilkan sel telur. Telur melewati oviduk dan menuju kloaka.
Pada saat kawin (kopulasi), katak jantan akan naik ke punggung katak betina. Dengan jarinya, katak jantan menekan katak betina sehingga katak betina mengeluarkan sel telur ke dalam air. Saat keluarnya telur, katak jantan akan mengeluarkan spermanya. Terjadilah pembuahan sel telur di dalam air dan akan berkembang menjadi zigot.


3. Reproduksi pada Reptilia

Senin, 21 April 2014

SISTEM GERAK MANUSIA

A. Organ Penyusun Sistem Gerak Manusia
Sistem gerak manusia tersusun dari rangka, tulang, dan otot. Tulang merupakan alat gerak pasif. Karena tulang tidak bisa bergerak tanpa otot. Otot merupakan alat gerak aktif. Karena dapat menggerakkan otot.
Fungsi rangka :
1. Memberi bentuk tubuh
2. Melindungi organ tubuh
3. Melekat nya otot
4. Tempat pembuatan sumsum
5. Menegakkan tubuh



B. Tulang
Berdasarkam jenisnya tulang dibagi 2 yaitu :
1. Tulang rawan
2. Tulang keras

Tulang Rawan ( Kartilago )
Tulang rawan adalah tulang yang akan berubah menjadi tulang keras, namun ada sebagian tulang rawan yang tidak akan berubah menjadi tulang keras yaitu cuping hidung, daun telinga, dan laring. Tulang rawan terdiri atas sel-sel tulang rawan (kondrosit), serabut kolagen, dan matriks. Sel-sel tulang rawan dibentuk oleh bakal sel-sel tulang rawan, yaitu kondroblas. Mengandung sedikit zat kapur namun banyak mengandung zat perekat sehingga bersifat lentur.  3 Jenis tulang rawan yaitu :

a. Tulang rawan hialin ( tersusun dari bahan seragam ) Terdapat di : dinding trakea, ujun tulang tangkai

b. Tulang rawan elastik ( Bersifat lentur ) Terdapat di : Daun telinga

c. Tulanng rawan serabut ( Bersifat kuat tetapi kurang lentur ) Terdapat di : antar ruas tulang belakang


Tulang Keras ( Osteon )
( Gambar Struktur tulang )
Pada gambar, benda yang berbentuk seperti tabung disebut sistem havers. Didalam sistem harves terdapat cairan berwarna merah bukan ? itulah yang dinamakan saluran Havers yang fungsinya memberikan makanan pada tulang. Sedangkan, gambar yang seperti kulit terkelupas adalah periosteum (tempat melekatnya otot)
Tulang dalam kehidupan sehari hari disebut tulang keras. Tulang keras berasal dari tulang rawan. Proses perkembangan tulang rawan menjadi tulang keras disebut osifikasi. Tulang yang tidak berasal dari tulang rawan atau tidak melalui proses osifikasi contohnya tulang tengkorak. Tulang keras banyak mengandung zat kapur dan sedikit zat perekat sehingga bersifat keras dan tidak lentur.

Proses pengerasan tulang dipengaruhi oleh vitamin D. Vitamin D meningkatkan proses penyerapan kalsium di usus halus. Tulang keras dibedakan menjadi 2 berdasarkan sifat bahan penyusunnya yaitu :
a. Tulang Spons ( bahan penyusun berongga ) contoh : tulang pendek dan tulang pipih
b. Tulang Kompak ( bahan penyusun padat dan kompak ) contoh : lapisan luar tulang pipa   

 
(gambar tulang kompak dan tulang spons )
Tulang berdasarkan bentuknya dapat dibedakan menjadi 3 yaitu :
a. Tulang pipa 
berbentuk buat lonjong seperti pipa. Terdapat di tulang lengan atas, paha, dan betis. Pada ujung tulang pipa ( yang berbentuk seperti bundar ) terdapat tulang spons sedangkan pada lapisan tulang pipa terdapat tulang kompak. Tulang pipa juga dilapisi periosteum.




 
 ( gambar tulang pipa )
Tulang pipih 
Tulang pipih dalamnya berongga seperti spons berisi sum sum merah ( penghasil sel darah merah ) Contoh tulang pipih yaitu : tulang belikat, tulang usus, tulang rusuk dll 

( Gambar tulang pipih ) 
 Tulang pendek
Tulang pendek berbentuk bulat dan pendek. Berisi sum sum merah. contohnya ruas ruas tulang belakang, pergelangan kaki, pergelangan tangan dll
( gambar tulang pendek )
Sum sum tulang
sumsum tulang mengisi rongga dalam tulang. Ada 2 jenis sum sum tulang yaitu sum sum merah dan sum sum kuning.  Sum sum merah : tempat pembuatan sel darah merah. Pada anak anak terdapat pada tulang tengkorak. Pada orang dewasa terdapat di tulang tengkorak, tulang rusuk, dan ruas tulang belakang. Sum sum kuning : terbentuk dari campuran sel jaringan ikat, misalnya jaringan lemak dan sum sum merah. Terdapat pada anggota gerak orang dewasa. 
Pertumbuhan tulang
Tulang mulai tumbuh saat masih menjadi tulang rawan. Dimulai dari bagian tengah tulang pipa. Munculnya pembuluh darah pada tulang rawan dan sel tulang ( osteoblas ) menghasilkan jaringan tulang. Proses penulangan ( osifikasi ) dimulai sejak calon bayi ( fetus ) yang masih dalam kandungan. Jenis tulang lainnya tumbuh dari sel tulang yang memanjang  dan membesar. pertumbuhan memanjang terjadi di dekat ujung tulang ( cakra epifisis )
B. Susunan rangka tubuh manusia



Tulang tengkorak terdiri dari :

A. Tulang tempurung kepala :

1. Tulang Kepala belakang ( 1 buah )
2. Tulang ubun-ubun ( 2 buah )
3. Tulang dahi ( 1 buah )
4. Tulang baji ( 2 buah )
5. Tulang pelipis ( 2 buah )
6. Tulang tapis ( 2 buah )

B. Tulang Bagian Muka

1. Tulang rahang atas ( 2 buah )
2. Tulang rahang bawah ( 2 buah )
3. Tulang langit langit ( 2 buah )
4. Tulang hidung ( 2 buah )
5. Tulang pipi ( 2 buah )
6. Tulang mata ( 2 buah )
7. Tulang pangkal lidah ( 1 buah )

Tulang belakang membentuk sumbu yang tidak lurus agar menjaga keseimbangan badan. Tulang belakang terdiri dari :







1. Ruas tulang leher ( 7 buah )
2. Ruas tulang punggung ( 12 buah )
3. Ruas tulang pinggang ( 5 buah )
4. Ruas tulang kelangkang ( 5 buah )
5. Ruas tulang ekor ( 4 buah )

Tulang dada terdiri dari  :
1. Bagian  hulu
2. Bagian badan
3. Bagian taju pedang

Tulang rusuk terdiri atas 3 jenis tulang yaitu :
1. Tulang rusuk sejati ( 7 pasang )
2. Tulang rusuk palsu ( 3 pasang )
3. Tulang rusuk melayang ( 2 pasang )

Gelang bahu terdiri dari tulang selangka dan tulang belikat.

Gelang panggul terdiri dari
1. Tulang ilium atau tulang usus ( 2 buah )
2. Tulang kemaluan ( 1 buah )
3. Tulang duduk ( 2 buah )

Tulang anggota gerak atas terdiri dari :
1. Tulang lengan atas ( 2 buah )
2. Tulang hasta ( 2 buah )
3. Tulang pengumpil ( 2 buah )
4. Tulang pergelangan tangan ( 2 x 8 buah )
5. Tulang telapak tangan ( 2 x 5 buah )
5. Tulang jari tangan ( 2 x 14 buah )

Tulang anggota gerak bawah terdiri dari :
1. Tulang paha ( 2 buah )
2. Tulang  tempurung lutut ( 2 buah )
3. Tulang kering ( 2 buah )
4. Tulang betis ( 2 buah )
5. Tulang pergelangan kaki ( 2 x 7 buah )
6. Tulang telapak kaki ( 2 x 5 buah )
7. Tulang ruas ruas jari kaki ( 2 x 14 buah )

D. Sendi
Sendi adalah hubungan antar tulang. Berdasarkan kemampuan geraknya sendi dibagi 3 yaitu :

1. Sendi mati ( Sinartrosis )
sendi mati merupakan sendi yang tidak dapat digerakkan. Contoh : Tulang pada tulang tengkorak

2. Sendi Kaku ( Amfiartrosis )
Sendi yang dapat digerakkan secara terbatas. Contoh : antaruas tulang belakang dan tulang rusuk

3. Sendi Gerak ( Diartrosis )
Sendi yang dapat digerakkan secara leluasa. Sendi gerak dibagi menjadi 4 yaitu :
A. Sendi engsel ( digerkkan satu arah ) terdapat di siku, lutut, dan antarruas jari
B. Sendi Putar ( digerakkan memutar ) terdapat di antarruas tulang atlas ( ruas pertama tulang leher )
C. Sendi pelana ( Membentuk pelana kuda ) terdapat pada jari tangan dan telapak tangan
D. Sendi peluru ( Digerakkan ke segala arah ) terdapat pada pangkal lengan

E. Otot
otot disebut alat gerak akif. Otot menurut cara kerja dan bentuknya terbagi menjadi 3 yaitu :
1. Otot polos
Ciri ciri : berinti satu, Berbentuk gelondong dengan kedua ujung meruncing, bekerja diluar kesaaradan, terdapat di saluran pencernaan.
2. Otot Lurik
Ciri ciri : Berinti banyak , berbentuk silindris dan terlihat seperti lurik, bekerja menurut perintah otak
3. Otot jantung
Ciri ciri : sel berbentuk serabut lurik yang bercabang, inti sel satu atau banyak, bekerja tanpa kesadaran, bekerja sampai seumur hidup manusia



 Penyakit pada Tulang:
1. Patah tulang














2. Skoliosis, Kifosis, lordosis



















Penyakit pada otot :
1. Kram
2. Nyeri otot

Minggu, 20 April 2014

HAMA dan PENYAKIT pada TANAMAN

Hama dan Penyakit pada tanaman

Ringkasan Materi
Hama adalah hewan yang merusak tanaman  atau hasil tanaman karena aktivitas hidupnya. Contohnya : hama wereng.
Contoh hama :
  • Ulat penggerek (Tryporyza innotata) merusak tanaman padi.
  • Wereng coklat (Nilaparvata lugens) menyerang tanaman padi.
  • Kutu loncat merusak tanaman lamtoro
  • Ulat kupu artona merusak tanaman kelapa.
  • dll
Penyakit pada tanaman adalah  gangguan pada tanaman yang disebabkan oleh mikroorganisme (virus, bakteri, protozoa  dll).
Contoh penyakit :
  • CVPD=Citrus Vein Phoem Degeneration). Penyakit disebabkan virus, menyerang tanaman jeruk;
  • TMV=Tobacco Mosaic Virus. Penyakit disedabkan virus menyerang tanaman tembakau
  • Penyakit rebah kecambah disebabkan jamur Pythium.
  • Phytophtora infestans , jamur yang menyerang tanaman kentang.
  • Pseudomonas cattleyas, bakteri yang menyerang tanaman anggrek.
  • Ustilago maydis, jamur yang menyerang tanaman jagung
Langkah-langka yang harus dilakukan agar  tumbuhan tidak terserang penyakit  diantaranya adalah dengan  penggunaan pestisida. Penggunaan pestisida dapat dilakukan berdasarkan  pertimbangan hal-hal berikut :
  • Pestisida biologi disesuaikan dengan jenis hama yang menyerang.
  • Pestisida harus selektif yaitu  untuk hama atau penyakit yang menyerang jenis  tanaman tertentu.
  • Formulasi pestisida harus sesuai , misalnya hama yang masuk ke dalam bunga kurang cocok jika digunakan penyemprotan, namun lebih efektif jika  berbentuk kabut sehingga mudah masuk ke dalam  bunga.
  • Pestisida sistemik akan lebih efektif karena larva yang baru menetas akan makan daun, maka akan matiu karena  bahan aktif yang ada  tumbuhan akan  meracubi hama tersebut.
PENGENDALIAN/PEMBERANTASAN HAMA
Secara kimiawi
Dengan menggunakan zat kimia pembasmi hama yaitu pestisida.
Contoh pestisida :
  • Insektisida  : untuk memberantas serangga
  • Larvasida : untuk memberantas larva (ulat)
  • Fungisida : untuk membrantas jamur
  • Algasida : untuk memberantas ganggang.
DAMPAK NEGATIF PESTISIDA
  • Menyebabkan kematian hewan lain yang sebenarnya bermanfaat bagi manusia.
  • Jika masuk dalam bahan makanan dapat    bersifat racun.
  • Dapat merusak keseimbagan ekosistem (alam)
SECARA BIOLOGI
Menggunakan predator alami atau makhluk hidup pemangsa hama tanaman.
Contohnya  :
  • Ulat kupu artona dimangsa lebah.
  • Kutu loncat dimangsa semut rangrang
  • Tikus dimangsa burung hantu.
  • Gulma diberantas dengan kutu daun
Gulma adalah  ta naman pengganggu tanaman budidaya. Biasanya gulma tumbuh liar  dan berkembang pesat sehingga tanaman budidaya terhambat  dan menyebabkan  kerugian .
Cara memberantas gulma :
  • Cara tradisional dengan  mencabuti secara langsung
  • Cara modern dengan menggunakan pestisida.
Selain diberantas dengan cara- cara yang diatas, dapat pula di berantas dengan memutus daur hidupnya, misalnya sebagai berikut:
a. Mengatur putaran tanam ( rotasi tanaman), jagung- padi- kedelai, dan seterusnya
b. Menanam padi varietas unggul tahan wereng ( VUTW )
c. Mengkarantinakan hewan, buah- buahan, dan buji- bijian yang di impor dari negara
    lain
d. Menyebarkan serangga jantan mandul hasil radiasi untuk menghambat
    perkembangbiakan hama  serangga